Tumpukan Sampah
Problem sampah menjadi persoalan yang berlarut larut hingga kini, jika melihat secara empirik, dimana-mana kita menjumpai sampah yang berserakan. Tidak di jalan, sungai, bahkan juga di lautan. Rumah menjadi titik awal terkumpulnya sampah hasil dari produk konsumsi sehari-hari.
Adanya kesadaran membuang sampah pada tempatnya sangat baik untuk membentuk kepribadian hidup bersih, terkhusus mulai dari lingkungan rumah. Tetapi pada saat ini keadaannya berbeda, sampah akan selalu ada dan tidak akan pernah bisa hilang dari unsur kehidupan kita, akan selalu bertambah setiap harinya. Persoalannya, kita patuh terhadap aturan membuang sampah di tempatnya, tetapi tidak bisa memilah dan memilih sampah yang bisa didaur ulang. Hal ini akan menjadi problem baru mulai dari pencemaran udara, air, tanah dan permasalahan sosial.
Kita semua tahu bahwa persoalan sampah sudah membudaya di kehidupan kita. Kita bisa memulai untuk ikut meringankan problem sampah yang secara umum telah mengusik kehidupan kita. Mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai menjadi alternatif baru. Dengan hidup biasa biasa saja, mengurangi hidup konsumtif, membiasakan selalu hidup bersih dan yang terpenting ini semua untuk generasi kita mendatang.
Dengan penuh antusiasme aku hanya melakukannya sebisa ku. Melakukan dan membuat karya persuasi untuk pemantik semangatku dan meyakinkan sesorang untuk kemudian bergerak. Demikianlah, luapan isi hatiku yang didampingi isi kepala serta semangat membara dan terciptalah sajak sajak tentang sampah.
Tumpukan Sampah
Melihat disekeliling ku
Rumput hijau langit membiru
Tergumam hati jiwa terpaku
Sungguh indah Ciptaan Tuhanku
Ku merasa rendah dihadapan mu
Tapi,
Semuanya telah berubah
Sejak revolusi industri
Pembangunan makin menjadi-jadi
Sampah menumpuk setiap hari
Memperparah semua ini
Tercipta lingkungan
yang tak ramah lagi
Halaman penuh sampah
Jalanan penuh sampah
Jurang pun penuh dengan sampah
Sungai tercemar sampah
Lautan penuh sampah
Gunung pun penuh tumpukan sampah
Introspeksi diri
Apakah kamu sadar semua ini
Yang kamu lakukan
Hanya untuk kepentingan diri sendiri
Sampai lupa bahwa
Kita semua punya generasi
Renungkan,
Tumpukan sampahmu
Membuat dunia menjadi layu
Penulis : Andi (dadak dium)

Komentar
Posting Komentar