Kemenangan Pilu

Puisi ini bercerita tentang seorang pemenang yang merasa sedih dan hampa meskipun meraih kemenangan. Kemenangan tersebut terasa pilu karena ia kehilangan orang yang dicintai dan yang seharusnya merayakan kemenangan bersamanya. Liriknya menyiratkan betapa kemenangan tanpa kebersamaan terasa hampa dan pahit.

Semoga puisi ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan dan menginspirasi.


Kemenangan Pilu

Konfeti berhamburan, sorak gemparkan
Tapi mataku kosong, senyum pun tak mampu
Piala kemenangan terasa dingin di tangan
Kemenangan ini, mengapa terasa pilu
Janji kemenangan untuk kita rayakan
Kini hanya aku, duduk dalam keramaian
Menerima tepuk tangan, hampa tak bermakna
Kemenangan ini, terlalu dini kau bawa

Di antara kemeriahan, hatiku berkabung
Sukacita tak sampai, terhalang bayang-bayang
Wajah yang dicari tak lagi bersaksi
Kemenangan ini, untuk siapa dicerita

Piala ini dingin, tak bisa menggantikan
Senyummu yang pernah menghangatkan
Kemenangan ini, bagai lagu sendu
Tanpa hadirmu, terasa hampa dipadu
Kemenangan pilu, air mata berlinang
Kemenangan ini, hanya milik kenangan

Penulis : Wildan Hamdi Tsani (Andi) (Dadakdium)

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer